Tiga Peran Lembaga Perwakilan

Share |
05 Maret 2010, 16:02 | dibaca 80465 kali

MUNGKIN kebetulan saja terjadi ketika jauh sebelum Soesilo Bambang Yuduyono terpilih sebagai Presiden pernah saya kemukakan bahwa beliau akan mengalami kesulitan apabila tidak mendapat dukungan mayoritas dari para anggota Dewan. Memang hampir tidak mungkin DPR dapat menjatuhkan Presiden, kecuali ada pelanggaran hukum. Namun paling tidak Presiden akan terganggu dengan berbagai trik yang terjadi di lembaga perwakilan rakyat itu. Apa yang kita saksikan akhir-akhir ini tergolong menarik. Para wakil kita berebut kursi ketua komisi. Semua seakan-akan mengedepankan the rule of law, mulai dari TATIB hingga ke undang-undang. Padahal pertimbangan sebenarnya cenderung politis belaka [...]

Sungguh besar kekuasaan yang diberikan kepada lembaga perwakilan rakyat suatu negara, termasuk kemungkinan memberhentikan seorang kepala negara. Besarnya kekuasaan yang diberikan oleh rakyat kepada lembaga perwakilan ini dikarenakan rakyat berkeinginan agar pemerintah yang berkuasa tidak bertindak semena-mena. Orang yang berkuasa ada kecenderungan untuk menyalahgunakan kekuasaannya. Adalah Lord Acton yang menyatakan: “Power tends to corrupt, but absolute power corrupts absolutely…”

Memang seringkali pemerintah yang berkuasa diasumsikan cenderung corrupt, cenderung menyalahgunakan kekuasaan dan cenderung pula bersikap arogan. Sebaliknya, seakan-akan kecil kemungkinan lembaga perwakilan rakyat berlaku serupa itu karena mereka adalah wakil-wakil rakyat, jelmaan rakyat. Pertanyaannya, apakah asumsi ini benar untuk kasus Indonesia? Apakah tidak mungkin justru yang corrupt itu tidak hanya pemerintah tetapi juga lembaga perwakilan rakyat? Apakah akibat yang timbul apabila lembaga perwakilan rakyat gagal menjalankan perannya?

Dalam sistem ketatanegaraan terdapat nilai-nilai dan peran universal dari suatu lembaga negara, termasuk soal peran lembaga perwakilan. Lembaga Perwakilan paling tidak memiliki tiga peran. Peran pertama, pengawasan (controlling), peran kedua, bidang anggaran (budgeting) dan peran ketiga bidang perundang-undangan (legislation). Dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia terbaru peran ini juga diadopsi oleh Pasal 20 A UUD 1945 Amandment.

Peran pengawasan (controlling) sangat dibutuhkan agar pemerintah terpilih mampu menjalankan tugas-tugas sesuai dengan yang diamanatkan dan tidak corrupt. Siapa yang menjamin bahwa para menteri menjalankan tugas-tugas mereka secara benar dan memperhatikan kepentingan masyarakat banyak? Dalam hal pemerintah membeli peralatan perang, misalnya, siapa menjamin tidak dilakukan mark-up harga? Lembaga perwakilan rakyat melalui Komisi I menjalankan peran pengawasannya terhadap bidang ini. Siapa pula mampu mengawasi para menteri yang berjanji memerangi korupsi?

Baru kita berbicara peran pertama ini saja ketahuan benar betapa pentingnya keberadaan komisi-komisi yang ada di suatu lembaga perwakilan rakyat. Sedihnya kita, jangankan menjalankan peran pengawasan, wakil-wakil rakyat yang kita pilih dengan susah payah justru masih berebut soal siapa yang menduduki kursi ketua komisi. Koalisi Kerakyatan tidak rela semua jabatan ketua disapu bersih oleh Koalisi kebangsaan. Padahal, secara TATIB pemilihan sudah benar. Salahnya memang, sebelumnya ada pertemuan yang katanya sepakat kursi ketua ”dibagi rata,” sementara TATIB menentukan melalui voting. Inilah jadinya kalau kita terlanjur sering menggunakan kata ”kesepakatan” sekalipun melanggar berbagai ketentuan yang seharusnya diterapkan secara benar.

Peran pengawasan juga belum berjalan dengan baik termasuk di DPRD Kota Palembang dalam kasus pedagang Pasar 16 Ilir Palembang. Disatu sisi PEMKOT ingin kota Palembang kelihatan cantik, tapi disisi lain ratusan pedagang kecil disingkirkan. Memang benar telah disosialisasikan agar mereka pindah ke pasar induk Jaka Baring. Tapi logiskah memindahkan mereka kesana? Pernahkah para pengambil keputusan mencoba merasakan apabila mereka yang berstatus pedagang kecil di pasar 16 Ilir diminta pindah kepasar Jaka Baring dimana sayur saja enggan pindah kesana, apalagi penjualnya. Anehnya, para wakil rakyat di DPRD Kota Palembang justru mengungkapkan ketidakberdayaan mereka berhadapan dengan Walikota. Mudah sekali mereka melupakan janji-janji untuk memperhatikan kepentingan rakyat ketika berkampanye memperebutkan suara rakyat kecil beberapa bulan lalu.

Peran Kedua Lembaga Perwakilan adalah peran Anggaran (Budgeting). Di negara-negara demokratis, hampir tidak ada anggaran pemerintah yang tanpa persetujuan dari lembaga perwakilan rakyat. Setiap tahun pemerintah harus mengajukan anggaran belanjanya kepada lembaga perwakilan rakyat. Aneh juga kalau Presiden Soesilo Bambang Yudoyono melarang para menterinya untuk memenuhi undangan DPR. Justru larangan ini bakal menjadi bumerang bagi pemerintahannya. Bagaimana mungkin pemerintah dapat berjalan dengan wajar apabila tidak memiliki anggaran yang jelas. Nah, kejelasan anggaran itu tercipta apabila mendapat persetujuan dari DPR. Bingung juga kita ketika MENSESNEG Yusril menyatakan Presiden Melarang para menteri memenuhi undangan DPR. Lantas bagaimana dengan program-program pemerintah yang tidak mungkin berjalan tanpa persetujuan DPR? Bahwa ada persoalan politik di DPR sudah pasti akan selalu ada selama mereka yang duduk di Senayan itu adalah para politikus. Pemerintah berkuasa memang dituntut untuk mampu masuk dalam kancah politik itu.

Perundang-undangan (Legislation) adalah peran ketiga dari suatu lembaga perwakilan rakyat. Pasal 20 UUD 1945 menyatakan: (2) Setiap rancangan undang-undang dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama. (3) Jika rancangan undang-undang itu tidak mendapat persetujuan bersama, rancangan undang-undang itu tidak boleh diajukan lagi dalam persidangan DPR masa itu. Bukan main crucialnya peran lembaga perwakilan rakyat. Mereka, para wakil rakyat itu, menentukan aturan bagi orang banyak. Oleh karena itu mereka benar-benar dituntut agar memiliki SDM setidak-tidaknya sama baik dengan yang dimiliki oleh pemerintah. Tanpa kesetaraan SDM, dapat dibayangkan apa yang bakal terjadi dalam perdebatan kedua belah fihak. Celakanya memang, selama ini lembaga perwakilan rakyat kita hampir disetiap tingkatan mengalami krisis SDM untuk dapat menandingi pemerintah.

Dengan tiga peran utama itu, maka kekuasaan lembaga perwakilan rakyat menjadi begitu besar. Kekuasaan yang besar ini juga cenderung melahirkan penyelewengan sebagaimana kemungkinan dilakukan oleh pemerintah. Kisruh yang terjadi di Senayan merupakan salah satu bentuk penyelewengan kekuasaan yang cukup serius. Mereka lebih berebut kekuasaan ketimbang menepati janji-janji PEMILU yang diucapkan hanya beberapa minggu lalu. Lantas, siapakah yang membatasi dan mengawasi lembaga perwakilan rakyat yang memiliki power yang luas itu? Mungkin benar juga adanya pendapat siapapun yang berkuasa cenderung sama saja: arogan dan semena-mena.

Leave Your Comment:

grinLOLcheesesmilewinksmirkrolleyesconfused
surprisedbig surprisetongue laughtongue rolleyetongue winkraspberryblank starelong face
ohhgrrrgulpoh ohdownerred facesickshut eye
hmmmmadangryzipperkissshockcool smilecool smirk
cool grincool hmmcool madcool cheesevampiresnakeexcaimquestion


 

 

Comments:

 
  • Vdedwsalisy wrote:
    24 Juni 2017, 14:04

    loans online <a href="https://zxepersonalloansonlinesmall.com/">online installment loans</a> online payday loans <a href=https://zxepersonalloansonlinesmall.com/>consolidation loans</a> ’

  • BfrddpyclE wrote:
    24 Juni 2017, 05:13

    american cash loans <a href="https://lasbadcreditloansloanbadcredit.com/">cash advance near me</a> checkn <a href=https://lasbadcreditloansloanbadcredit.com/>american loans</a> ’

  • Vedwsalisy wrote:
    24 Juni 2017, 00:31

    online payday loans with <a href="https://paydayloansxxe.com/">online payday loans</a> payday loans <a href=https://paydayloansxxe.com/>payday loans 300</a> ’

  • CctAw wrote:
    23 Juni 2017, 23:38

    personal loans for bad credit <a href="https://badcreditjkkl.com/">bad credit personal loans</a> bad credit lender no payday loan <a href="https://badcreditjkkl.com/">personal loans with bad credit</a> ’

  • GfdddsLown wrote:
    23 Juni 2017, 07:33

    1 hour payday loans no credit check - https://paydayloansxxe.com/ online payday loans <a href=https://paydayloansxxe.com/>no fax payday loans direct lenders</a> ’

  • Brellhace wrote:
    23 Juni 2017, 04:51

    loans bad credit - https://badcreditjkkl.com/ loans people bad credit <a href="https://badcreditjkkl.com/">bad credit personal loans</a> ’

  • Loplwhifs wrote:
    22 Juni 2017, 23:26

    online installment loans - https://installmentloannbbm.com/ get installment loan <a href=https://installmentloannbbm.com/>installment payday loans</a> ’

  • DDEF wrote:
    21 Juni 2017, 18:40

    https://www.innerfit.pk/product-category/nursing-bra/ There are a number styles about nursing bras available. Here really are some strategies for your content pregnancy lifespan. Finding a good nursing bra will likely make you effort feeding your child any experience.

  • Vedrchace wrote:
    21 Juni 2017, 05:20

    canadian online payday loans - https://onlinepaydayloanstbb.org/ for online payday loans <a href="https://onlinepaydayloanstbb.org/">canadian online payday loans</a> ’

  • DjdjapyclE wrote:
    21 Juni 2017, 05:09

    small personal loans <a href="https://personalloanplk.org/">personal loans</a> personal loans no faxing <a href="https://personalloanplk.org/">quick personal loans</a> ’



kata kata galau kata kata motivasi desain rumah minimalis jual baju korea kacamata online cara cepat hamil cara memakai jilbab