Sumatera Selatan Terus Berkembang

Share |
26 November 2010, 18:20 | dibaca 196668 kali

Oleh: Prof. Amzulian Rifai,SH.LLM.Ph.D
ADA dua hal yang sulit dilakukan oleh banyak orang.  Pertama, berani mengambil resiko dari suatu langkah yang bagi banyak orang tergolong mission impossible atau malah terkadang ”nyeleneh.” Kedua, merangkum suatu gagasan menjadi suatu gerakan. Kedua hal ini seringkali menjadi syarat pokok untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil [...]
Bagi sebagian masyarakat Sumatera Selatan, tidak meragukan kemampuan Gubernur Sumatera Selatan Syahrial Oesman dalam soal taking risk. Ini beliau buktikan baik dalam bidang politik maupun dalam berbagai bidang lainnya dalam memimpin Sumatera Selatan. Ketika menjadi tuan rumah PON XVI cukup banyak kebijakan yang harus diambil yang beresiko; baik resiko politik maupun resiko hukum. Paling jelas ketika itu, berbagai keputusan harus diambil agar Sumatera Selatan dapat menjadi tuan rumah PON XVI yang baik.
Kemudian Sumatera Selatan diacungi jempol sebagai provinsi sukses melaksanakan PON XVI dengan berbagai cerita ”hebohnya.” Heboh karena dalam waktu singkat berhasil membangun berbagai fasilitas olahraga yang selama ini tidak dimilikinya. Kehebohan itu juga ditunjukkan dengan upacara pembukaan dan penutupan PON yang tergolong spektakuler yang mungkin belum pernah ada dalam sejarah PON Indonesia. Kini, setelah PON itu berlalu, berbagai fasilitas olahraga dapat dimanfaatkan oleh Sumatera Selatan. Diantaranya, stadion olahraga Jaka Baring yang megah. Lebih dari itu, Jaka Baring berkembang menjadi wilayah yang ramai dikunjungi. Tidak mustahil suatu waktu menjadi kota mandiri yang tidak pernah terbayang selama ini. Singkat kata, PON XVI menghasilkan snow ball dibanyak lini.
Soal lumbung energi merupakan bukti kemampuan Gubernur merangkum sebuah gagasan menjadi suatu gerakan. Sumatera Selatan adalah daerah yang kaya sumber daya alamnya baik kandungan yang dimiliki maupun kemampuan menghasilkan energi dari sumber daya yang ada. Sebagai contoh, pada tahun 2004 pembangkit listrik PLN menghasilkan produksi energi 1.587.307 MWh. Produksi minyak bumi mencapai 35.932.540 barrel atau meningkat 1,05% dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, produksi gas bumi mencapai 229.000 MMSCF. Ini berarti terjadi kenaikan 8,2% dari tahun sebelumnya. Produksi batubara juga mengalami peningkatan 4,17% yang menjadi 9.500.000 ton pada tahun 2004.
Kekayaan alam yang dimiliki ini harus digali, harus diolah agar menghasilkan energi yang bermanfaat bagi umat manusia umumnya dan mendatangkan keuntungan masyarakat Sumatera Selatan pada khususnya. Penjualan raw material tentu sangat berbeda dengan penjualan ”barang dagangan” yang telah diolah. Sederhananya, menjual batu bara secara fisik apa adanya, tidak hanya lebih murah tetapi sekaligus pula lebih rumit dibandingkan penjualan setelah batu bara itu disulap menjadi energi. Dalam kaitan ini, Gubernur mencanangkan Sumatera Selatan sebagai lumbung energi. Memang selain pencanangan Sumatera Selatan sebagai lumbung energi, provinsi ini juga diprogramkan sebagai lumbung pangan. Namun saya hanya menyinggung soal lumbung energi.
Jika Sumatera Selatan diproyeksikan sebagai lumbung energi nasional, maka tidak berkelebihan kalau beberapa pertanyaan diajukan. Layakkah pencanangan Gubernur ini? Sejauhmana tantangan yang dihadapi Gubernur dalam upaya terus mengembangkan Sumatera Selatan yang salah satunya dengan cara menjadikan daerah kaya sumber daya alam ini sebagai lumbung energi? Apa yang diharapkan dari para kepala daerah terhadap program kerja Gubernur Syahrial Oesman?
Pertama, saya harus menjawab pertanyaan layakkah pencanangan Gubernur untuk menjadikan provinsi Sumatera Selatan sebagai lumbung energi? Saya tidak boleh berbelit-belit dalam soal yang satu ini. Oleh karena itu saya jawab dengan tegas bahwa Sumatera Selatan layak menjadi lumbung energi.
Paling tidak terdapat dua alasan mengapa saya menyatakan program Sumatera Selatan lumbung energi itu layak. Alasan pertama, memang daerah ini memiliki sumber daya yang kaya sebagai bahan baku untuk menghasilkan energi itu. Mungkin, Gubernur bercita-cita Sumatera Selatan menjual energi listrik kepada daerah atau negara lain ketimbang dalam bentuk batubara atau minyak mentah. Kedua, Sumatera Selatan termasuk daerah yang menjadi tujuan para investor karena berbagai daya tarik yang dimiliki. Investor sangat dibutuhkan dalam upaya menunjang program lumbung energi tersebut. Tengok saja efek berlipat yang dihasilkan apabila Sumatera Selatan kedatangan para investor, terutama mereka yang tertarik dengan lumbung energi ini.
Memang kemudian Gubernur Sumatera Selatan menghadapi berbagai kendala dalam upaya merealisasikan program lumbung energi itu. Tantangan pertama justru sebagai dampak dari diberlakukannya otonomi daerah yang melahirkan sifat independensi yang tinggi dari masing-masing daerah kota/kabupaten. Lahirnya Undang-Undang nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah memunculkan sifat kedaerahan yang tinggi. Akibatnya, muncul ”ke-kamian” yang kental. ”Kami orang Musi Rawas…,” misalnya. Akibatnya, ada kesan Gubernur berkurang sebagian kekuasaannya dari berbagai daerah. Diterbitkannya Undang-Undang nomor 32 tahun 2004 yang merevisi Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999, dimaksudkan untuk melakukan pembenahan ”egoisme” daerah kabupaten/kota. Tantangannya, nilai egoisme daerah itu terlanjur tumbuh dan butuh waktu untuk pemulihannya. Walaupun, banyak pihak tidak ingin otonomi daerah kabupaten/kota itu diambil lagi.
Dalam soal Sumatera Selatan lumbung energi, muncul berbagai ungkapan sebagai isyarat bahwa program Gubernur itu bukan sebagai ”barang baru.” Beberapa kabupaten bahkan mengaku ”sejak dahulu” mereka telah menghasilkan bahkan menjual energi. Memang, program Gubernur soal lumbung energi ini bukan ”barang baru,” tapi yang harus diingat bahwa baru Gubernur Syahrial Oesman yang menjadikan isu lumbung energi sebagai gagasan yang dikemas menjadi suatu gerakan. Baru Gubernur Syahrial Oesman yang berhasil menjadikan isu lumbung energi sebagai suatu gerakan yang menjadikan lumbung energi sebagai suatu icon Sumatera Selatan. Belum ada Gubernur sebelumnya yang mencanangkan dan menyatukan langkah menjadikan Sumatera Selatan sebagai Lumbung Energi, suatu istilah yang memang mengena. Makna sederhananya, apabila tidak ada gerakan yang terarah dan sistematis maka Sumatera Selatan sebagai lumbung energi nasional tidak tercipta karena masing-masing kabupaten/kota bergerak sendiri-sendiri. Selama ini sumber daya alam berupa batubara, minyak dan gas itu telah ada. Perlu ada upaya dan program kerja nyata untuk mengeluarkan dan mengolahnya menjadi energi. Saya justru berfikir, bahwa program Lumbung Energi dari Gubernur Sumatera Selatan justru mempercepat laju kabupaten-kabupaten daerah sebagai penghasil energi. Kita tahu bahwa kabupaten Musi Banyuasin memiliki 2.785 BSCF gas bumi dan kabupaten Muara Enim mempunai 1.383 BSCF gas bumi. Demikian juga dengan 2.938.840 MSTB minyak bumi yang dimiliki oleh kabupaten Muara Enim. Bayangkan kelipatan manfaatnya apabila sumber daya alam ini mampu diolah menjadi sumber daya energi sebagai hasil gerakan bersama berbagai kabupaten di Sumatera Selatan dibawah komando Gubernur. Artinya, program Sumatera Selatan sebagai Lumbung Energi sama sekali bukan menidakkan peran dari kabupaten-kabupaten yang ada di Sumatera Selatan.
Saya akan mengakhiri tulisan singkat ini dengan dua catatan. Pertama, Sumatera Selatan merupakan daerah dinamis yang terus berkembang. Oleh karena itu dibutuhkan pemimpin yang memiliki visi misi yang jelas dalam memimpin Sumatera Selatan dimasa sekarang dan dimasa mendatang. Boleh jadi kebijakan itu tidak hanya kontroversial oleh sementara orang tetapi juga dianggap tidak populer sehingga disambut dengan pesimistis. Artinya, dalam soal gerakan Sumatera Selatan lumbung energipun bukan berarti Gubernur bebas apalagi alergi terhadap kritik. Catatan akhir kedua, sejak dahulu mestinya masyarakat dan pemerintah Sumatera Selatan bersatu, bahu membahu, saling membantu memajukan daerah yang memang kaya sumber daya. Alangkah indah dan majunya daerah ini kalau saja Gubernur yang dinamis, memiliki visi misi sekaligus energik bersinergi dengan para Bupati/Walikota yang tidak hanya sama potensial dengan Gubernurnya, tetapi juga berfikir sebagai bagian dari Provinsi Sumatera Selatan yang membangun dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Walhasil, memang Sumatera Selatan terus berkembang…

Tagged:  Sumatera Selatan

Leave Your Comment:

grinLOLcheesesmilewinksmirkrolleyesconfused
surprisedbig surprisetongue laughtongue rolleyetongue winkraspberryblank starelong face
ohhgrrrgulpoh ohdownerred facesickshut eye
hmmmmadangryzipperkissshockcool smilecool smirk
cool grincool hmmcool madcool cheesevampiresnakeexcaimquestion


 

 

Comments:

 
  • 28 Maret 2013, 19:39

    I have been in look for of some information about it almost three time. You served me a lot indeed and analyzing this your publish I have found many new and useful information about this topic. grin

  • 28 Maret 2013, 19:38

    Liked to study your website. I would like to recommend you that traffic show most people study weblogs on Monday. So it should motivate blog writer to create new create ups over the few days mainly. cool hmm

  • proactols wrote:
    28 Maret 2013, 19:37

    Great job for publishing such a beneficial web site. Your web log isn’t only useful but it is additionally really creative too. There tend to be not many people who can certainly write not so simple posts that artistically. Continue the nice writing.. long face

  • 28 Maret 2013, 19:37

    Great post. If they are familiar with each other, it should make for an interesting game. wink

  • 28 Maret 2013, 19:36

    joy to read, I came across this site ages ago but I’ve only just decided to stop back and have a read of your articles. smile

  • ???????????? wrote:
    20 Maret 2013, 23:17

    Love to see people smile!

  • 18 Maret 2013, 17:58

    Wow! This picture made me speechless for real. It's breathtaking and I'll not get sick of it even if I'll just reading it the whole damn day! wink

  • 16 Maret 2013, 13:45

    Always so interesting to visit your site.What a great info, thank you for sharing. this will help me so much in my learning.

  • 21 Februari 2013, 07:30

    This information is very interesting, I really enjoyed, I would like get more information about this, because is very beautiful, thanks for sharing

  • Good Wine wrote:
    21 Februari 2013, 07:30

    I found it fascinating content and information. I like to read this material. Your point of view set people thinking



kata kata galau kata kata motivasi desain rumah minimalis jual baju korea kacamata online cara cepat hamil cara memakai jilbab